Pengaruh Pemberian Pupuk Majemuk dan Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA) Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu dengan Metode Bud Set
DOI:
https://doi.org/10.71333/040rbb93Kata Kunci:
Tebu, pupuk majemuk, jamur mikoriza arbuskular, bud set, pembibitanAbstrak
Pendahuluan. Rendahnya produksi gula di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas bibit tebu yang kurang optimal. Upaya peningkatan kualitas bibit dapat dilakukan melalui pemilihan metode pembibitan yang tepat serta penggunaan pupuk dan agen hayati yang mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk majemuk (NPK) dan jamur mikoriza arbuskular (JMA) terhadap pembibitan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) dengan metode bud set.
Metode Pengumpulan Data. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu dosis pupuk majemuk (0, 1, 2, dan 4 mg/polybag) dan dosis JMA (0, 5, 10, dan 15 g/polybag), yang menghasilkan 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah akar, dan berat kering akar pada interval waktu hingga 90 hari setelah tanam (HST).
Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman, sementara aplikasi JMA berdampak nyata pada diameter batang dan berat basah akar.
Simpulan. Interaksi antara pupuk majemuk dan JMA juga memberikan pengaruh signifikan terhadap berat kering akar. Kombinasi kedua perlakuan terbukti efektif dalam meningkatkan penyerapan nutrisi, memperbaiki sistem perakaran, dan mendukung pertumbuhan optimal bibit tebu.




